Cabor Bridge Diusulkan untuk Dipertandingkan di PON
- 05 Mar 2026 12:16 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena menerima audiensi dengan jajaran Pengurus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (PB GABSI) di Ruang Kerjanya Kamis, 5 Maret 2026. Kehadiran pengurus PB GABSI dipimpin langsung oleh Hery Maulana selaku Sekjen PB GABSI.
Jajaran PB Gabsi yang turut hadir diantaranya, Taufik Asbi (Bidang Teknik & Kepelatihan), John da costa, Sem Adu, Aleks Dardana, Ricky Hawaii serta Arsena Adu. Sedangkan pejabat yang hadir mendampingi Gubernur NTT yakni: Staf Ahli Gubernur NTT, Linus Luis yang juga menjabat sebagai Plt. Kadis Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT.
Maksud kedatangan jajaran PB Gabsi yakni untuk mengusulkan secara langsung kepada Gubernur NTT keikutsertaan cabang olahraga (cabor) Bridge dalam penyelenggaraan PON XXII tahun 2028. Usulan ini mengingat cabor Bridge selalu dipertandingkan di ajang Sea Games serta Asian Games.
“Kami memohon kepada Bapak Gubernur agar cabor Bridge bisa ikut serta dalam PON 2028 nanti. Ya, mengingat cabor Bridge selalu dipertandingkan di Sea Games dan Asian Games,” ucap Sekjen PB GABSI, Hery Maulana.
Ia juga mengatakan bahwa usulan keikutsertaan cabor Bridge di PON 2028 nanti bukan hanya ‘ikut ramai’ saja, namun ia juga menjanjikan prestasi bagi kontingen NTT.
“Tentunya kami bukan hanya ingin ikut, tapi kami juga bertekad beri prestasi dan kontribusi bagi kontingen NTT. Kami janji akan sumbangkan 3 emas dari 9 nomor yang nanti dipertandingkan,” ucap Hery dengan optimis.
Cabor Bridge juga dijelaskan Hery, tidak memerlukan anggaran yang besar, karena bisa dimana saja dipertandingkan.
“Saya kira cabor ini sederhana untuk lokasi atau tempat, karena tidak perlu biasa besar. Sehingga hal ini juga bisa menjadi pertimbangan yang kuat kita bisa diikutsertakan,” katanya.
Gubernur NTT pun menyambut baik usulan tersebut. Namun ia juga menekankan agar ke depannya olahraga Bridge bisa rutin diselenggarakan di level provinsi atau kabupaten/kota sehingga bisa lebih familiar di tengah masyarakat NTT.
“Okelah kita ‘bungkus’ cabor ini untuk PON nanti. Nanti ditindaklanjuti oleh Plt. Kadispora dan KONI," ujar Gubernur NTT, selaku Ketua Umum KONI NTT.
"Namun ke depan bisa dibuat turnamen-turnamen lokal olahraga ini, biar bisa familiar untuk kita, apalagi orang NTT juga banyak hobi main kartu. Saya rasa dengan adanya turnamen yang rutin di daerah, olahraga ini pasti akan punya lebih banyak peminat, sekaligus bisa berproses dalam pembinaan atlet-atlet Bridge,” kata Gubernur Melki Laka Lena. (ar/at)