Pemerintah dan KONI NTT Matangkan Kesiapan Tuan Rumah PON XXII

  • 25 Feb 2026 14:22 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Dalam rangka menyambut dan mensukseskan "Sejarah Baru", yakni Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2027, Pemerintah dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (NTT) terus merapatkan ide, gagasan, dan strategi mensukseskan Tuan Rumah PON. Wakil Gubernur Johni Asadoma selaku Wakil Ketua Umum I terpantau memimpin rapat kesiapan Kabupaten/Kota di NTT sebagai Tuan Rumah PON 2028 pada, Senin, 23 Februari 2026 di Ruang Rapat Koni NTT.

Dalam kesempatan ini, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam menyukseskan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Sebagai momentum bersejarah bagi rakyat NTT, Wagub Johni menekankan bahwa kerja kolaboratif seluruh pihak menjadi kunci utama agar ajang ini sukses secara prestasi maupun ekonomi.

Dalam arahannya, Johni Asadoma menyampaikan bahwa, penyelenggaraan PON di NTT harus membawa dampak luas bagi masyarakat, yang beliau istilahkan sebagai "Catur Sukses": Sukses Penyelenggaraan, Sukses Prestasi, Sukses Ekonomi (Pertanian dan Pariwisata), serta Sukses Administrasi.

Meskipun menyadari situasi ekonomi dunia yang dinamis dan di tengah kebijakan efisiensi anggaran, namun Wagub Johni menegaskan semangat "Maju Terus Pantang Mundur" dalam penyelenggaraan PON 2028. Fokus utama saat ini ditegaskan Wagub, adalah koordinasi yang tepat agar seluruh persiapan tetap berjalan sesuai rencana melalui optimalisasi sumber daya daerah.

“Ini adalah pekerjaan rumah besar untuk kita semua, dan saya percaya kita mampu bekerja sama menyukseskan sejarah ini. Langkah-langkah persiapan harus diambil setepat mungkin, termasuk koordinasi intensif dengan KONI Pusat untuk memastikan semua berjalan lancar,” ucap Wagub Johni.

Pemerataan Venue di Seluruh Wilayah NTT

Salah satu strategi utama yang dipaparkan Wagub Johni adalah, penyebaran cabang olahraga (Cabor) ke berbagai kabupaten agar manfaat ekonomi PON terasa merata. Pemetaan sementara lokasi pertandingan meliputi: Kota Kupang: Menjadi pusat untuk Cabor Bola Tangan, Bulutangkis, Tinju, Sepak Bola, Taekwondo, Tenis Lapangan, dan Bola Voli Indoor.

Daratan Timor: Sepak Bola Putra di Kabupaten Kupang dan TTS, Pencak Silat di Malaka, serta Paralayang Putra di Belu.

Daratan Flores dan Alor: E-Sport di Ende serta Sepak Bola Putri dan Air Sport (Paralayang) di Alor.

Daratan Sumba: Selancar Ombak dan Modern Pentathlon di Sumba Timur, Tenis Meja di Sumba Barat, serta Equestrian (Berkuda) dan Angkat Besi di Sumba Barat Daya.

Standarisasi Akomodasi dan Teknis Lapangan

Belajar dari pengalaman saat menjabat sebagai Ketua Pelaksana pada Asian Games ke-18 di Jakarta, Wagub Johni Asadoma menekankan agar setiap Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Cabor dilibatkan langsung sebagai Ketua Pelaksana Teknis. Hal ini dikarenakan masing-masing Cabor paling memahami kebutuhan standar lapangan dan teknis pertandingan.

“Kabupaten Alor sudah menyatakan kesiapannya, begitu juga Manggarai Barat yang fasilitasnya sudah memadai. Namun, kita akan terus memantau dan menghitung kesiapan akomodasi di kabupaten lainnya agar standar kenyamanan tetap terjaga bagi seluruh kontingen,” kata Wagub Johni.

“Pemerintah Provinsi NTT bersama KONI Pusat akan terus memantapkan detail teknis dalam beberapa hari ke depan guna memastikan NTT siap menyambut tamu dari seluruh Indonesia pada gelaran PON 2028 mendatang,” ujar Wagub Johni Asadoma. (Wiwin/at)

Rekomendasi Berita