TVRI Resmi Amankan Hak Siar Piala Dunia 2026
- 04 Feb 2026 08:32 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Lembaga Penyiaran Publik (LPP TVRI) resmi mengamankan hak siar FIFA World Cup 2026 dan menjadi TVRI Official Broadcaster. Langkah tersebut mendapat dukungan Gubernur NTT Melki Laka Lena, yang hadir langsung pada acara launching kick off FIFA World Cup 2026 di kawasan hari bebas kendaraan atau Car Free Day El Tari Kupang, serentak di 34 Stasiun se-Indonesia.
Kepala LPP TVRI, Jefri kepada RRI di Ruang Kerjanya, Selasa (3/2/2026) menyampaikan, Stasiun Televisi Republik Indonesia (TVRI) Nusa Tenggara Timur siap menyiarkan seluruh pertandingan Piala Dunia FIFA 2026 gratis melalui jalur Free to Air atau FTA. Hal tersebut dimaksudkan agar seluruh Wilayah NTT termasuk daerah pelosok bisa menikmati ajang sepak bola dunia ini.
Jefri menuturka sejumlah tantangan utama kesiapan infrastruktur penyiaran digital, sehingga perlu pembenahan pemancar menjadi fokus utama karena sisten siaran beralih dari analog ke digital. TVRI akan menyiarkan Piala Dunia 2026 di dua canal yakni, TVRI Nasional dan TVRI Sport.
Di dua cala ini akan menyiarkan 104 pertandingan. “Kami ingatkan kepada Bapak, Ibu semuanya di NTT misalnya gambarnya belum dapat karena kita siaran di Free to Air teristerial, karena sekarang orang nantonya di internet yah, itu tidak aka nada,” kata Jefri.
“Karena kita siaran di TVRI itu di Pemancar yang Free to Air dengan teristerial. Jadi diingatkan lagi mulau gunakan antena biasa, kalau Tivinya sudah digital tinggal scan ulang, tapi kalau Tivinya masih analog maka dia pake stel bok atau istilanya Set Top Box untuk mencari signalnya,” ujar Jefri.
TVRI NTT juga berencana berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk menggelar kegiatan nonton bareng atau nobar Piala Dunia 2026. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang hiburan sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
“Kami berharap, Piala Dunia ini menjadi euforia bagi masyarakat untuk bergembira sekaligus meningkatkan perekonomian daerah. Kami sudah berkomunikasi dengan Pak Gubernur untuk membuat nonton bareng di kabupaten/kota,”ujarnya.
“Dengan adanya kegiatan ini, pelaku UKM bisa ikut berjualan dan menambah pendapatan mereka. Karena ini sesuai harapan Bapak Presiden Prabowo, harus dari ajang pesta rakyat, yakni mereka menonton sambil menikmati UMKM yang disediakan masyarakat,” katanya.

Selain itu, ia juga mengingatkan, karakteristik siaran digital berbeda dengan sistem analog. Menurutnya, faktor penghalang seperti pepohonan dan bangunan dapat memengaruhi kualitas sinyal digital secara signifikan.
“Sistem digital itu menembak lurus, tidak seperti analog yang gelombangnya semakin lama semakin tipis. Jadi kalau terhalang pohon atau gedung, sinyal bisa langsung hilang sehingga antena luar yang tinggi sangat disarankan,” tutur Jefri.
Gubernur NTT Melki Laka Lena hadir langsung dalam acara launching Kick Off FIFA World Cup 2026 yang digelar di kawasan hari bebas kendaraan (CFD) El Tari Kupang. Kehadiran Gubernur NTT sebagai bentuk dukungan agar euforia Piala Dunia bisa dirasakan masyarakat NTT hingga ke pelosok daerah.
“Sebagai pemerintah kita akan lakukan pertemuan khusus agar nonton-nonton bareng kita bikin (buat) dengan bagus dan meriah sesuai ketentuan yang berlaku. Dan kami berterimakasih kepada TVRI agar dengan acara kick off hari ini, dengan demikian kita sudah bisa menatap satu bulan nonton bola dengan aman melalui TVRI,” ucap Gubernur NTT.
Piala Dunia FIFA 2026 akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada pertengahan Juni hingga pertengahan Juli 2026 dengan total 104 pertandingan. Masyarakat diimbau untuk melakukan pemindaian ulang atau scan ulang saluran pada televisi digital atau Set Top Box (STB), agar dapat mengakses siaran TVRI Nasional dan TVRI Sport yang akan menayangkan pertandingan tersebut secara gratis. (at)