Meski Anggaran Terbatas PCI NTT Siapkan Stadion Internasional
- 04 Feb 2026 08:30 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Pengurus Provinsi Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berupaya dalam keterbatasan anggaran membangun tiga lapangan bertaraf internasional di Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, dalam menghadapi Tuan Rumah bersama PON Nusantara XXII Tahun 2028, NTT-NTB. Targetnya, pada September digelar semi open tournament, melibatkan peserta dari Negara Timor Leste dan Australia.
Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Cricket Indonesia Nusa Tenggara Timur, Dr. Inche Sayuna kepada RRI di Aula Koni NTT, Senin (2/2/2026) mengatakan, open turnamen internasional antar Timor Leste dan Australia serta sejumlah Provinsi di Tanah Air melibatkan tim putra-putri. Tujuan utamanya menurut Inche Sayuna adalah, selain sebagai uji coba lapangan juga merupakan ajang persiapan atlet dan memastikan kualitas fasilitas olahraga cricket di NTT jelang pelaksanaan PON Tahun 2028.
Terdapat tiga lapangan cricket yakni dua ourdoor dan satu indoor. “Tahun ini target kami lapangan satu selesai dibangun karena itu uji coba lapangan itu kami lakukan diakhir September atau Oktober 2026, yang menggelar semi open turnamen menghadirkan peserta dari Timor Leste dan Australia,” kata Inche Sayuna.
“Kami ada tiga lapangan, satu indoor dan satu outdoor tiga lapangan itu kami bangun secara bertahap dan kami targetkan selesai September 2026. Saya punya lapangan itu standar internasional dan paling besar,” kata Inche.
Inche Sayuna mengatakan, NTT merupakan Provinsi pertama yang membangun lapangan berstandar internasional dan menyusul nanti Bali. Dan saat ini UKAW mendukung program PCI NTT tersebut dengan memberikan lahan seluas enam hectare lebih, untuk pembangunan tiga lapangan cricket di NTT.

Sekertaris Umum Pengurus Provinsi Persatuan Cricket Indonesia Nusa Tenggara Timur, Drs. Ambo menuturkan, persiapan atlet akan menjadi fokus tim pelatih dibawah koordinasi Erik Lailena. Ia menilai, secara fisik atlet-atlet NTT baik putra-putri sangat diperhitungkan di level nasional.
Namun yang menjadi perhatian kedepan adalah, pelatih akan meningkatkan strategi dan latihan fisik khusus. “Kita juga berjuang di level nasional, artinya kita tidak jelek-jelek amat dengan provinsi lainnya,” kata Inche.
“Jadi saya melihat anak-anak kita sangat potensial, dan kita akan terus melakukan perubahan-perubahan kedepan. Dan kita harapkan aka nada peningkatan yang rutin dilakukan oleh Tim Pelatih daerah yang memiliki potensi dan kemampuan bersaing dengan Provinsi lainnya,” kata Ambo.
Sesuai rencana, pada Mei 2026 akan ada pertandingan persahabatan antara Timor Leste dan Indonesia di NTT. Pada Juni 2026 akan digelar Kejuaraan Daerah antar Kabupaten-Kota.
Tujuannya adalah, penjaringan pemain putra-putri untuk dipersiapkan mengikuti PON Tahun 2028. Pada September atau Oktober 2026 akan digelar even internasional, melibatkan Negara Timor Leste dan Australia. (at)