Brentford Sukses Permalukan Aston Villa di Villa Park
- 02 Feb 2026 09:24 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Kejutan besar tersaji di pekan lanjutan Premier League ketika Aston Villa harus mengakui keunggulan Brentford di hadapan pendukungnya sendiri. Tim tamu justru tampil solid dan efektif meski sejak babak pertama harus bermain dengan 10 pemain.
Situasi krusial terjadi di awal laga saat Kevin Schade menerima kartu merah usai melakukan pelanggaran keras terhadap Matty Cash. Keputusan wasit tersebut membuat Brentford kehilangan satu pemain lebih cepat dari yang diperkirakan banyak pihak.
Namun, kondisi itu tidak menyurutkan semangat tim tamu. Brentford memilih bermain lebih disiplin dan rapat di lini pertahanan, sambil memanfaatkan peluang serangan balik. Strategi tersebut berbuah manis ketika Dango Ouattara melepaskan tembakan keras yang meluncur ke sudut atas gawang Aston Villa. Gol tersebut menjadi satu-satunya pembeda dalam pertandingan penuh tensi di Villa Park.
Memasuki babak kedua, Aston Villa mencoba meningkatkan tekanan. Peluang emas sempat datang saat Tammy Abraham, yang baru kembali memperkuat tim, berhasil menjebol gawang Brentford. Gol itu bermula dari sepakan Jadon Sancho yang ditepis kiper Caoimhin Kelleher, sebelum bola muntah disambar Abraham.
Namun, euforia tuan rumah harus tertunda. Setelah meninjau tayangan VAR, wasit memutuskan gol tersebut tidak sah karena bola dinilai sudah lebih dulu keluar lapangan dalam proses serangan.
Hingga peluit akhir berbunyi, Brentford mampu menjaga keunggulan mereka. Pertahanan rapat dan kerja sama tim menjadi kunci keberhasilan membawa pulang tiga poin berharga dari kandang lawan.
Hasil ini membuat Aston Villa tetap berada di posisi ketiga klasemen sementara, dengan jarak tujuh poin dari pemuncak klasemen. Sementara itu, Brentford naik ke peringkat ketujuh dan menjaga peluang untuk terus bersaing di papan atas, hanya terpaut empat poin dari zona lima besar.
Kemenangan ini sekaligus menjadi bukti ketangguhan mental Brentford, yang mampu tampil konsisten meski bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit hampir sepanjang pertandingan. (Ananta Setiadi)