F1 GP Australia 2026 : Mercedes vs Ferrari Memanas, Russell Juara, Verstappen P6

  • 10 Mar 2026 09:19 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Seri pembuka Formula 1 musim 2026 yang berlangsung di Albert Park, Australia pada Minggu siang (8/03/2026) pukul 12.00 WITA langsung menghadirkan balapan dramatis sejak awal. Regulasi baru yang mulai diterapkan musim ini membuat pola balapan jauh lebih dinamis dibanding musim-musim sebelumnya, dengan aksi salip-menyalip yang intens sejak lampu start dipadamkan.


Balapan dimulai dengan George Russell dari tim Mercedes yang menempati pole position (P1), diikuti rekan setimnya Kimi Antonelli di posisi kedua (P2). Di belakang mereka terdapat Isack Hadjar dari Red Bull Ford di posisi ketiga (P3). Sementara itu Scuderia Ferrari menempatkan Charles Leclerc di posisi keempat (P4) dan Lewis Hamilton di posisi ketujuh (P7), sedangkan dua mobil McLaren mengisi posisi lima (P5) dan enam (P6) pada grid awal.


Pada akhirnya, George Russell dari tim Mercedes berhasil keluar sebagai pemenang setelah menuntaskan balapan di posisi pertama (P1). Kemenangan tersebut sekaligus menandai awal yang sangat kuat bagi Mercedes dalam membuka musim baru Formula 1. Di belakangnya, rekan setim Russell, Kimi Antonelli, juga tampil impresif dengan mengamankan posisi kedua (P2), memastikan Mercedes meraih hasil double podium pada balapan perdana musim ini. Sementara itu, Charles Leclerc dari tim Ferrari harus puas menutup balapan di posisi ketiga (P3) setelah sebelumnya sempat memimpin jalannya lomba pada beberapa lap awal. Meskipun gagal mempertahankan posisi terdepan, performa Ferrari tetap menunjukkan potensi besar untuk menjadi penantang utama Mercedes sepanjang musim 2026.

START DRAMATIS: LECLERC LANGUSNG REBUT POSISI 1


Begitu lampu start padam, intensitas balapan langsung memuncak.


Di tikungan pertama terjadi pertarungan sengit di barisan depan. George Russell yang berusaha mempertahankan posisi terdepan justru langsung disalip oleh Charles Leclerc yang melesat agresif dari posisi keempat.


Pada saat yang sama, Isack Hadjar berhasil mempertahankan posisinya dari tekanan Arvin Linblad dan Lewis Hamilton yang melakukan start agresif dari posisi ketujuh (P7) hingga langsung masuk dalam perebutan posisi empat besar.


Drama semakin memanas ketika memasuki lintasan lurus berikutnya. Arvin Lindblad dari Racing Bulls, yang memulai balapan dari posisi delapan (P8), tampil luar biasa dengan menyalip beberapa pembalap sekaligus, bahkan berhasil melewati Isack Hadjar yang berada di posisi tiga (P3).


Namun keunggulan itu tidak berlangsung lama karena Lewis Hamilton segera menemukan ritme balapnya dan berhasil menyalip dua pembalap sekaligus—Arvin Lindblad dan Isack Hadjar—sehingga pembalap Ferrari tersebut naik ke posisi tiga (P3).

LAP 2–3: DUEL KLASIK MERCEDES vs FERRARI DIMULAI


Memasuki lap kedua, duel klasik antara dua pabrikan besar kembali memanas: Mercedes melawan Ferrari. Di lintasan lurus, George Russell akhirnya berhasil menyalip Charles Leclerc dan kembali merebut posisi pertama (P1).


Namun dominasi itu hanya berlangsung singkat. Pada lap ketiga, tepat setelah lintasan lurus menuju tikungan sembilan, Charles Leclerc kembali melakukan manuver agresif dan menyalip George Russell untuk kembali memimpin balapan. Pertarungan saling balas ini membuat atmosfer balapan semakin panas sejak awal lomba.

LAP 6: ANTONELLI TUNJUKKAN POTENSI BESAR


Pada lap keenam, Kimi Antonelli menunjukkan potensinya sebagai pembalap muda Mercedes dengan manuver yang sangat impresif. Dari posisi keenam (P6), ia berhasil menyalip Arvin Lindblad dan Isack Hadjar dalam satu fase balapan, sehingga langsung melonjak ke posisi empat (P4).


Aksi tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana Mercedes memiliki dua pembalap yang mampu bersaing di barisan depan musim ini.

Lap 9: RUSSELL DAN LECLERC SALING BALAS OVERTAKE


Memasuki lap kesembilan, duel antara George Russell dan Charles Leclerc kembali mencapai puncaknya. George Russell melancarkan serangan di lintasan lurus dan berhasil menyalip Charles Leclerc saat memasuki tikungan pertama, merebut kembali posisi terdepan.


Namun Ferrari kembali membalas dengan cepat. Tidak sampai satu sektor kemudian, tepat di tikungan kedua, Charles Leclerc berhasil mengembalikan posisinya setelah melakukan manuver balasan yang sangat bersih.


Situasi ini menciptakan konfigurasi menarik di papan klasemen sementara, dengan Ferrari menempatkan dua mobilnya di posisi pertama dan ketiga melalui Charles Leclerc dan Lewis Hamilton, sementara Mercedes menempel di posisi kedua dan keempat lewat George Russell dan Kimi Antonelli.

LAP 11: HADJAR DNF DAN MASUKNYA VIRTUAL SAFE CAR


Nasib buruk menimpa Isack Hadjar pada lap ke-11. Mobil Red Bull Ford yang dikendarainya tiba-tiba mengeluarkan asap tebal akibat masalah mesin setelah sebelumnya dipaksa bekerja sangat keras.


Isack Hadjar akhirnya harus mengakhiri balapan lebih awal dengan status DNF, dan insiden tersebut membuat Virtual Safety Car (VSC) dikeluarkan untuk menstabilkan situasi di lintasan.

LAP 12–13: MERCEDES MANFAATKAN VSC UNTUK STRATEGI PIT STOP


Kesempatan ini langsung dimanfaatkan oleh Mercedes. Pada lap 12 hingga 13, kedua pembalap Mercedes masuk ke pit stop untuk mengganti ban.


Strategi ini membuat posisi mereka turun sementara. George Russell keluar di posisi tiga (P3), sementara Kimi Antonelli turun ke posisi lima (P5) di belakang Arvin Lindblad yang sempat naik ke posisi empat (P4). Di sisi lain, Ferrari mengambil alih pimpinan balapan dengan Charles Leclerc di posisi pertama (P1) dan Lewis Hamilton di posisi kedua (P2).


Setelah balapan kembali berjalan normal, Kimi Antonelli langsung melakukan serangan dan berhasil menyalip Arvin Lindblad di lintasan lurus pertama, sehingga kembali naik ke posisi empat (P4).

LAP 18–19: MOBIL BOTTAS BERMASALAH, VSC KEMBALI MASUK


Drama kembali terjadi ketika memasuki lap ke-18 menuju lap ke-19. Kali ini giliran Valtteri Bottas dari tim Cadillac yang mengalami masalah teknis pada mobilnya.


Mobil Valtteri Bottas kehilangan performa secara tiba-tiba sehingga memaksa balapan kembali berada di bawah Virtual Safety Car.


Sebagian besar tim memanfaatkan momen ini untuk melakukan pit stop, namun Ferrari memilih tetap bertahan di lintasan dan tidak langsung masuk pit.

LAP 26–28: RUESSELL REBUT POSISI 1 BALAPAN


Pada akhirnya Charles Leclerc masuk pit stop pada lap ke-26, yang membuatnya turun ke posisi empat (P4). Situasi ini membuka peluang bagi para pembalap Mercedes. Lewis Hamilton sempat memimpin balapan, diikuti George Russell di posisi kedua (P2) dan Kimi Antonelli di posisi ketiga (P3). Namun kepemimpinan Lewis Hamilton hanya berlangsung singkat.


Pada lap ke-28 di tikungan sembilan, George Russell berhasil menyalip Lewis Hamilton dan kembali merebut posisi pertama (P1).


Lewis Hamilton kemudian masuk ke pit stop, yang membuat Kimi Antonelli naik ke posisi kedua (P2), sementara Charles Leclerc kembali naik ke posisi tiga (P3).

LAP 30 HINGGA FINISH: MERCEDES MENDOMINASI


Memasuki lap ke-30 hingga akhir balapan (lap ke-58), dominasi Mercedes semakin terlihat. George Russell memimpin balapan dengan konsisten tanpa gangguan berarti hingga garis finish.


Ia akhirnya menyentuh garis akhir di posisi pertama (P1), meraih kemenangan penting bagi Mercedes pada seri pembuka musim 2026 di Australia. Di belakangnya, Kimi Antonelli juga tampil impresif dengan mengamankan posisi kedua (P2), sementara Charles Leclerc menutup podium di posisi ketiga (P3). Lewis Hamilton harus puas menyelesaikan balapan di posisi keempat (P4).


Kemenangan ini juga memiliki arti penting bagi George Russell, karena menjadi kemenangan pertamanya di Grand Prix Australia sepanjang kariernya di Formula 1. Hasil tersebut sekaligus membuka peluang besar bagi George Russell untuk mulai membangun momentum dalam perburuan gelar Juara Dunia Formula 1 musim 2026, terlebih dengan dukungan performa mobil Mercedes W17 yang terlihat sangat kompetitif sejak seri pembuka. Dengan paket mobil yang kuat serta konsistensi tim yang solid, George Russell kini menjadi salah satu kandidat yang patut diperhitungkan dalam perebutan gelar juara dunia musim ini.


Persaingan ketat antara Mercedes dan Ferrari sepanjang lomba ini diprediksi akan menjadi rivalitas utama sepanjang musim 2026.

COMEBACK LUAR BIASA DARI VERSTAPPEN



Di sisi lain, sorotan besar juga tertuju pada Max Verstappen yang terpilih sebagai Driver of the Day. Juara dunia empat kali tersebut memulai balapan dari posisi terakhir (P20) setelah mengalami masalah pada sesi kualifikasi.


Max Verstappen yang menampilkan performa luar biasa meskipun memulai balapan dari posisi paling belakang. Pembalap Red Bull tersebut harus start dari posisi ke-20 (P20) setelah mengalami masalah pada sesi kualifikasi, namun secara perlahan ia mampu melakukan comeback hingga finish di posisi keenam (P6).


Sepanjang balapan, Max Verstappen menunjukkan kemampuan menyalip yang agresif dan konsisten, memperlihatkan kelasnya sebagai salah satu pembalap paling bertalenta di grid Formula 1. Namun dengan kemampuan balapnya yang luar biasa, Max Verstappen berhasil menyalip satu per satu rivalnya hingga finis di posisi keenam (P6). Sepanjang balapan, Max Verstappen tercatat menyalip 14 pembalap—sebuah performa yang kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu pembalap paling berbakat di grid Formula 1.

KLASIFIKASI DAN DAMPAK BAGI KEJUARAAN


George Russell berhasil mempertahankan posisinya di posisi pertama (P1) hingga garis finish, memastikan dirinya keluar sebagai pemenang Grand Prix Australia. Pembalap asal Inggris tersebut tampil sangat solid sepanjang lomba dengan performa mobil Mercedes W17 yang kompetitif, meskipun sempat terlibat duel sengit dengan Charles Leclerc pada fase awal balapan. Konsistensi Russell dalam menjaga ritme serta strategi tim yang berjalan efektif membuatnya mampu mempertahankan posisi terdepan hingga akhir lomba. Di belakangnya, Kimi Antonelli berhasil mengamankan posisi kedua (P2) setelah menunjukkan performa yang sangat stabil sepanjang balapan. Pembalap muda Mercedes tersebut mampu mempertahankan posisinya dari tekanan Charles Leclerc yang terus berusaha mendekat, sekaligus menegaskan kekuatan paket mobil Mercedes musim ini yang tampil sangat kompetitif sejak awal. Sementara itu, Charles Leclerc harus puas mengakhiri balapan di posisi ketiga (P3) meskipun sempat memimpin jalannya lomba pada beberapa lap awal. Pembalap Ferrari tersebut sebenarnya menunjukkan performa yang sangat kuat dengan mobil SF-26, namun strategi pit stop yang kurang menguntungkan membuatnya harus rela kehilangan posisi dari dua pembalap Mercedes. Meski demikian, Charles Leclerc tetap memperlihatkan mental juara dan kemampuan balap yang matang dalam menghadapi tekanan sepanjang balapan.


Hasil akhir ini juga langsung memberikan dampak pada perolehan poin awal dalam klasemen sementara musim 2026. George Russell yang berhasil menyentuh garis finish di posisi pertama (P1) berhak atas 25 poin penuh, sekaligus menjadi poin pertamanya di musim ini setelah memenangkan GP Australia. Di belakangnya, Kimi Antonelli yang finish di posisi kedua (P2) memperoleh 18 poin, yang juga menjadi poin perdananya dalam pembukaan musim Formula 1 tahun ini. Sementara itu, Charles Leclerc yang mengakhiri balapan di posisi ketiga (P3) mendapatkan 15 poin, sebuah hasil yang tetap menjadi awal yang positif bagi Ferrari dalam memulai persaingan panjang sepanjang musim 2026.

MENUJU SHANGHAI: BABAK BERIKUTNYA PERSAINGAN F1 2026


Dengan berakhirnya seri pembuka yang penuh drama di Albert Park, Australia perhatian dunia Formula 1 kini mulai beralih ke seri berikutnya yang akan berlangsung di Shanghai International Circuit, China, pada 13 hingga 15 Maret 2026. Sirkuit yang dikenal dengan lintasan teknis serta tikungan panjangnya itu diprediksi akan kembali menjadi panggung pertarungan sengit antar tim papan atas, terutama setelah persaingan ketat antara Mercedes dan Ferrari langsung terlihat sejak balapan pertama musim ini.


Kemenangan George Russell di Australia tentu memberikan dorongan besar bagi Mercedes untuk mempertahankan momentum mereka di awal musim. Namun di sisi lain, Ferrari dipastikan tidak akan tinggal diam setelah menunjukkan kecepatan mobil yang cukup menjanjikan melalui Charles Leclerc dan Lewis Hamilton. Belum lagi ancaman dari Max Verstappen yang selalu mampu menghadirkan kejutan melalui kemampuan balapnya yang agresif dan penuh perhitungan.


Dengan kondisi tersebut, Sprint dan Grand Prix China diprediksi akan menjadi ujian penting bagi semua tim dalam menentukan arah persaingan musim 2026. Apakah Mercedes mampu mempertahankan dominasinya setelah kemenangan di Australia, atau justru Ferrari dan Red Bull yang akan bangkit untuk mengambil alih kendali kejuaraan?Yang pasti, setelah drama di Melbourne, panggung berikutnya di Shanghai siap menghadirkan babak baru dari persaingan sengit Formula 1 musim 2026.

Rekomendasi Berita