Peran dan Perkembangan Knee Slider di MotoGP

  • 15 Feb 2026 06:57 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Di tiap tikungan sirkuit balap MotoGP, pembalap merebahkan motor hingga hampir menyentuh aspal menjadi pertunjukkan yang sering disajikan . Lutut menempel ke permukaan trek, bahkan siku dan bahu ikut bergesekan dengan aspal. Semua itu dimungkinkan oleh perkembangan teknologi ban dan sasis motor, tetapi ada satu komponen kecil yang kerap luput dari perhatian yakni knee slider atau pelindung lutut.

Mengutip bikesrepublic.com, penggunaan knee slider di lintasan bukan sekadar gaya. Teknik “dragging knee” membantu pembalap mengukur sudut kemiringan motor saat melibas tikungan. Ketika tubuh, termasuk dada, pinggul, dan lutut, digeser ke satu sisi, pusat gravitasi pembalap berpindah dari garis tengah motor. Dampaknya, bobot tubuh tidak sepenuhnya menambah gaya sentrifugal pada titik kontak ban dengan aspal.

Jika gaya sentrifugal terlalu besar, ban lebih cepat aus dan lebih mudah kehilangan traksi. Dengan memindahkan pusat gravitasi ke samping, motor tidak perlu terlalu rebah untuk mencapai kecepatan tikungan yang sama. Hasilnya, daya cengkeram ban meningkat dan pembalap bisa mempertahankan kecepatan lebih tinggi dengan tingkat keamanan relatif lebih baik. Lutut yang menyentuh aspal juga bisa digunakan untuk “mendorong” motor sedikit tegak kembali ketika ban depan mulai kehilangan grip.

Sebelum akhir 1970-an, foto-foto balap motor memperlihatkan pembalap duduk tegak saat menikung. Teknik knee sliding belum populer. Pembalap legendaris “King” Kenny Roberts Sr. dikenal sebagai sosok yang mempopulerkannya di arena balap dunia. Namun, pelopor awal teknik ini adalah pembalap Finlandia Jarno Saarinen.

Saarinen, yang memulai karier sebagai pembalap es sebelum beralih ke road racing, terlihat menggeser tubuhnya keluar dari garis tengah motor dan menjulurkan lutut saat menikung pada 1972 di Ontario Motor Speedway. Roberts yang menyaksikan teknik tersebut kemudian mengadaptasinya, bahkan dengan posisi tubuh yang lebih ekstrem.

Sebagai mantan pembalap dirt track yang terbiasa membuat roda belakang tergelincir, Roberts merasakan teknik ini membuat motornya, termasuk Yamaha TZ750 dan TZ500 yang terkenal buas, lebih stabil saat memasuki tikungan. Seiring meningkatnya kecepatan masuk tikungan, lututnya mulai menyentuh aspal. Keberhasilannya memicu pembalap lain untuk meniru, dan teknik kneedown pun menjadi standar balap modern.

Pada awalnya, menyentuhkan lutut ke aspal justru merusak baju balap kulit. Gesekan langsung membuat kulit cepat berlubang dan tidak cukup licin untuk meluncur mulus. Roberts bahkan membungkus bagian lututnya dengan lakban tebal untuk mengurangi gesekan.

Eksperimen lain muncul dengan menempelkan visor helm pada lutut. Memang lebih licin, tetapi cepat aus. Saat itu, baju balap belum dirancang dengan slot khusus untuk knee slider.

Perkembangan signifikan terjadi pada 1981 ketika Dainese memperkenalkan baju balap dengan pelindung lutut terintegrasi bernama “istrice”, dengan silinder plastik kecil menonjol. Beberapa tahun kemudian, muncul model dengan bantalan lutut berbahan kulit keras yang direkatkan dengan Velcro, mudah diganti tetapi belum cukup licin.

Menurut bikesrepublic.com, terobosan besar datang pada 1986 ketika knee slider berbahan plastik mulai digunakan dengan bentuk oval menyerupai desain masa kini. Versi modern yang benar-benar matang hadir sekitar 1990, dengan material dan bentuk yang lebih optimal. Meski begitu, sejumlah pembalap sempat mengeluhkan material plastik yang terlalu “lengket”, sehingga produsen terus menyempurnakan tingkat kelicinan dan daya tahannya.

Kini, knee slider dirancang dengan mempertimbangkan beberapa aspek: tingkat kelicinan, sensitivitas umpan balik ke pembalap, daya tahan, hingga aerodinamika. Bahkan tersedia varian khusus hujan yang lebih tebal agar pembalap tidak perlu merebahkan motor sedalam saat lintasan kering.

Material serupa juga digunakan untuk elbow slider dan shoulder slider, menandai betapa teknik rebah ekstrem telah menjadi bagian tak terpisahkan dari balap motor modern. Di balik aksi dramatis pembalap di tikungan, knee slider mungkin tampak sederhana. Namun, komponen kecil ini berperan besar dalam evolusi teknik, keselamatan, dan performa balap motor selama beberapa dekade terakhir.

Rekomendasi Berita