Jember Championship 3 Dongkrak Ekonomi dan Prestasi Atlet
- 15 Feb 2026 07:47 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Pencak Silat Jember Championship 3 resmi dibuka pada Sabtu (14/2/2026). Kejuaraan yang digelar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Cabang Jember itu diikuti ratusan atlet dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua IPSI Jember, Ahmad Halim, mengatakan ajang tahun ketiga ini tak lagi sekadar kompetisi tingkat lokal. Namun, telah menjadi magnet bagi atlet-atlet dari berbagai penjuru tanah air.
Peserta datang dari tujuh provinsi, yakni Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Jawa Timur sebagai tuan rumah.
Ia menyebut sekitar 800 atlet ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Jumlah pendaftar sebenarnya lebih banyak, namun panitia membatasi peserta agar durasi pertandingan tetap terkendali.
"Antusiasme tahun ini luar biasa. Jumlah ini sebenarnya sudah kami batasi, karena jika tidak, durasi pertandingan akan memakan waktu yang jauh lebih lama," ujarnya.
Peserta tidak hanya berasal dari perguruan silat, tetapi juga dari institusi pendidikan. Di antaranya Universitas Trisakti Jakarta dan pondok pesantren, termasuk delegasi 35 atlet dari Nurul Jadid.
Pada penyelenggaraan kali ini, piagam penghargaan para juara untuk pertama kalinya ditandatangani langsung oleh Bupati Jember. Menurut Halim, sertifikat tersebut memiliki nilai strategis bagi kelanjutan pendidikan atlet.
Ia juga mengusulkan agar atlet berprestasi memperoleh dukungan konkret dari pemerintah daerah, seperti bantuan pendidikan bagi mahasiswa serta peluang kerja bagi peraih medali emas pada ajang Porprov mendatang.
"Sertifikat ini adalah kunci. Kami memohon kepada Gus Bupati agar para juara di tingkat SD, SMP, maupun SMA diberikan rekomendasi khusus untuk masuk ke sekolah yang mereka tuju," tambahnya.
Sebagai bentuk komitmen memajukan prestasi silat di Jember, Halim juga membawa sejumlah usulan konkret kepada pemerintah kabupaten.
"Bagi atlet IPSI yang berprestasi dan sedang menempuh kuliah agar mendapatkan bantuan pendidikan dari Pemkab Jember," kata dia.
Lalu, menyongsong Porprov dua tahun mendatang di Surabaya, Halim mengusulkan agar peraih medali emas diberikan apresiasi berupa kesempatan bekerja di lingkungan Pemkab, BUMD, atau rumah sakit daerah di Jember.
"Kami ingin prestasi di gelanggang silat berbanding lurus dengan kesejahteraan masa depan adik-adik atlet," tambahnya.
Sementara itu, Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyampaikan rasa syukurnya atas geliat positif yang terjadi di wilayahnya.
Menurutnya, Jember kini tidak hanya sekadar menjadi tuan rumah, tetapi telah menjelma menjadi pusat perhatian bagi para pencinta olahraga di tingkat provinsi hingga nasional.
Dalam kesempatan itu, Fawait menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember untuk mendukung penuh anak-anak muda yang mengharumkan nama daerah melalui jalur prestasi.
Ia menjanjikan kemudahan akses pendidikan bagi para juara.
"Bagi anak-anak kita yang berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik seperti olahraga ini, pemerintah hadir untuk mengawal masa depan mereka," ujarnya.
Beberapa bentuk dukungan tersebut, di antaranya lulusan SD bebas memilih SMP yang diinginkan, lulusan SMP akan dibantu dan dikawal untuk masuk ke SMA pilihan.
Sementara itu, lulusan SMA/SMK/Aliyah diprioritaskan untuk mendapatkan beasiswa pendidikan tinggi dari Pemkab Jember.
Lebih lanjut, Fawait menjelaskan bahwa maraknya event seperti pencak silat ini membawa dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Dengan hadirnya peserta dari enam provinsi berbeda, sektor pariwisata dan UMKM di Jember pun ikut terdongkrak.
"Kedatangan sekitar 860 peserta beserta pendampingnya ini memutar roda ekonomi kita. Mulai dari perhotelan, UMKM, hingga pedagang kaki lima (PKL) merasakan manfaatnya secara langsung," tambahnya.
Selain aspek ekonomi dan prestasi, penyelenggaraan kompetisi olahraga dipandang sebagai solusi strategis untuk menekan angka kenakalan remaja.
Fawait menilai bahwa anak muda membutuhkan ruang ekspresi yang positif agar energi mereka tidak tersalurkan ke hal-hal yang merugikan, seperti balap liar.