Delapan Kesebelasan Warnai Turnamen Antar Kampung Kota Jayapura
- 09 Mar 2026 20:52 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Sebanyak delapan tim berpartisipasi dalam Turnamen Sepakbola Antar Kampung memperingati HUT Kota Jayapura tahun 2026, berlangsung di Lapangan Tunas Muda Hamadi, Senin (9/3/2026).
Turnamen sepakbola edisi ke-4 tersebut, dibuka resmi oleh Asisten II Setda Kota Jayapura, Abdul Majid yang diharapkan menjadi wadah menunjukan bakat sehingga adanya mental juara dan berkarakter baik.
“Sepakbola bukan sekadar permainan di atas lapangan hijau. Kita belajar tentang disiplin, kerja sama, kejujuran, dan sportivitas. Di sana tidak ada perbedaan marga, tidak ada perbedaan kampung, yang ada adalah satu tim, satu tujuan, dan satu semangat,” kata Abdul Majid.
Lanjut katanya, bahwa pemerintah Kota Jayapura menyadari pembangunan tidak hanya infrastruktur, melainkan juga pembangunan manusia. Oleh karena itu, ia inginkan momentum ini sebagai ajang memperkuat persatuan.
“Generasi muda OAP adalah aset masa depan Kota Jayapura. Kalian adalah anak-anak Tabi, anak-anak Port Numbay, yang kelak akan menjadi pemimpin negeri ini. Sepakbola bukan permainan di atas lapangan hijau. Kita belajar tentang disiplin, kerja sama, kejujuran, dan sportivitas,” ucapnya.
Menurutnya, dari kampung-kampung adat telah memberikan warna bagi Kota Jayapura untuk terus maju sebagai kota jasa yang berbudaya, religius, maju, mandiri, dan sejahtera menuju Jayapura Emas.
“Di sana tidak ada perbedaan marga, tidak ada perbedaan kampung, yang ada adalah satu tim, satu tujuan, dan satu semangat. Tunjukkan bahwa anak-anak OAP punya mental juara dan karakter yang baik, serta jaga keamanan dan ketertiban selama pertandingan berlangsung,” jelas dia.
Sementara Ketua Panitia Nicky Ilolu mengatakan sebagai upaya nyata dalam menjaring talenta muda sepakbola potensial yang berasal langsung dari kampung-kampung di Papua.
Bahkan selain sebagai ajang turnamen rutin, diproyeksikan Nicky sebagai langkah persiapan jangka panjang menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2028 mendatang.
“Semoga dalam turnamen sepakbola ini bisa muncul bibit-bibit atlet yang utamanya dari kampung-kampung ya untuk atlet sepakbola. Dan untuk persiapan menuju ke PON nanti di tahun 2028 kiranya nanti ada keterwakilan dari kampung-kampung karena suatu kebanggaan kalau ada anak-anak dari kampung mewakili Tanah Papua atau Papua di PON nanti,” harapnya.
Diketahui, turnamen sepakbola antar kampung tahun 2026 tersebut, panitia penyelenggara memberikan uang pembinaan dan trofi penghargaan sebesar Rp29 juta dan Rp1 juta untuk masing-masing kategori pemain terbaik, pencetak gol terbanyak.