Ngabuburit Pickleball, Tradisi Baru Ramadan Padukan Olahraga dan Gaya Hidup

  • 04 Mar 2026 13:50 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta : Ngabuburit yang dilakukan masyarakat saat bulan Ramadan kian bervariasi. Tidak hanya berburu takjil, kegiatan tersebut dapat dipadukan dengan olahraga dan gaya hidup sehat.

Tradisi baru ini diperkenalkan Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Indonesia Pickleball Federation (PB IPF), Harlin Rahardjo, yakni ngabuburit sambil bermain pickleball. Menurutnya, pickleball bukan sekadar olahraga rekreasi, melainkan medium efektif untuk menjaga kebugaran selama bulan puasa tanpa menguras energi.

Harlin menyampaikan, karakter permainan yang ringan, menyenangkan, dan minim risiko cedera menjadikan pickleball ideal dimainkan menjelang waktu berbuka.

“Ini tradisi baru di Ramadhan tahun ini—ngabuburit main pickleball. Kita ingin mengenalkan cara bermain, aturan, sekaligus rasa fun dan kegembiraan olahraga ini. Pickleball cocok untuk ngabuburit karena tidak terlalu intens, tidak menguras tenaga, gerakannya ringan, tapi tetap aktif dan menyehatkan,” ujar Harlin, di lapangan Pickleball VATA Courts, Kemang, Jakarta Selatan, Selas, 3 Maret 2026.

Ia menjelaskan, olahraga ringan menjelang berbuka justru membantu pembakaran cadangan lemak dan menjaga ritme kebugaran tubuh selama Ramadhan. Harlin mengingatkan, berhenti berolahraga sama sekali saat puasa bukan pilihan bijak. Pickleball, katanya, memberi solusi seimbang antara kesehatan dan ibadah.

Harlin menerangkan, saat ini popularitas pickleball terus mengalami peningkatan. Sepanjang 2025, Pengurus Besar Indonesia Pickleball Federation (PB IPF) telah menggelar kejuaraan nasional serta turnamen pelajar yang didukung perguruan tinggi.

“Vata akan terus mempopulerkan olahraga pickleball. Rencananya akan membuka kembali Sport Center di dua lokasi Jakarta dan Jawa Barat,” katanya.

Di Jakarta Selatan akan dibuka lima lapangan pickleball di kawasan Pengadegan, Pancoran Jakarta Selatan. Ini juga menjadi salah lapangan pickleball terbesar di Jakarta.

Lokasi kedua akan dibangun Nika Vata Sports Lab di kawasan Cibubur Kp. Cirumut Rt 01/Rw.02 Desa Limusnunggal, Kota Wisata. Nika Vata Sports Lab akan menjadi kawasan sport terbesar yang dilengkapi dua lapangan pickleball, dua lapangan tenis, dua lapangan padle, kolam renang serta gymnastic.

Dengan semakin populernya olahraga ini, IPF menargetkan lompatan lebih besar dengan merancang kejuaraan internasional yang mengundang negara-negara tetangga, sekaligus memperbanyak turnamen antar komunitas di berbagai daerah.

“Hampir setiap bulan sekarang ada kejuaraan antar komunitas di lapangan-lapangan pickleball. Ini akan terus kita dorong di seluruh provinsi agar pickleball semakin dikenal dan digemari,” ucapnya.

Harlin Rahardjo menilai pickleball sangat relevan untuk lingkungan sekolah. Ukuran lapangan yang setara dengan bulu tangkis dan format permainan beregu menjadikannya alternatif ideal untuk pengembangan olahraga pelajar.

“Pickleball cocok dimainkan di sekolah. Kita ingin ada kejuaraan beregu antar sekolah, terbuka untuk siapa saja. Dengan begitu, pembinaan usia dini bisa tumbuh di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Ia bahkan membayangkan ekosistem pickleball pelajar berkembang seperti liga basket sekolah yang sukses, dengan dukungan penuh dari guru, pelatih, kepala sekolah, hingga pemerintah daerah. Untuk itu, Harlin mengajak semua pihak—termasuk media—turut mendukung sosialisasi dan pengembangan pickleball ke sekolah-sekolah dan daerah.

“Saya butuh dukungan semua pihak, termasuk rekan-rekan wartawan, agar sosialisasi berjalan luas dan meriah. Tujuannya sederhana: pickleball dikenal masyarakat, digemari lintas usia, dan menjadi bagian dari gaya hidup sehat Indonesia,” katanya.

Rekomendasi Berita