Busi Motor Bermasalah? Kenali Ciri-Cirinya Sebelum Terlambat
- 08 Mei 2025 08:24 WIB
- Gorontalo
KBRN, Gorontalo : Busi adalah salah satu komponen penting dalam mesin kendaraan bermotor yang berfungsi memantik api untuk proses pembakaran. Jika busi mengalami gangguan, performa mesin akan terganggu dan dapat menyebabkan kerusakan yang lebih parah.
Ada beberapa ciri umum yang menandakan busi perlu segera diganti, agar kendaraan tetap dalam kondisi prima. Pertama, mesin cepat panas. Hal ini terjadi karena pembakaran dalam ruang mesin tidak sempurna akibat percikan api dari busi yang lemah. Akibatnya, mesin bekerja lebih keras untuk menghasilkan tenaga, sehingga cepat mengalami overheat.
Menurut situs resmi Denso.co.id, salah satu produsen busi ternama, kondisi ini sering muncul pada busi yang sudah aus atau umur pakainya lebih dari 20.000 km. Kedua, kendaraan sulit dinyalakan. Ini adalah gejala yang paling mudah dirasakan pengendara. Saat busi mulai melemah, percikan api yang dihasilkan tidak cukup kuat untuk membakar campuran bahan bakar dan udara di dalam ruang bakar. Akibatnya, mesin menjadi susah nyala, terutama di pagi hari atau saat suhu dingin.
Ciri berikutnya adalah mesin brebet dan loyo. Busi yang sudah aus tidak mampu menghantarkan percikan api secara stabil, sehingga putaran mesin menjadi tidak rata. Gejala ini sering dirasakan saat akselerasi, di mana tarikan terasa berat, tersendat, atau bahkan mesin mati mendadak.
Dilansir dari artikel Federal Oil.co.id, hal ini dapat memicu kerusakan komponen lain seperti katup dan piston jika tidak segera ditangani. Keempat, konsumsi bahan bakar (BBM) menjadi lebih boros. Busi yang tidak bekerja optimal menyebabkan pembakaran tidak efisien, sehingga ECU (Electronic Control Unit) akan menambah suplai bahan bakar secara otomatis.
Dalam jangka panjang, pengeluaran untuk BBM tentu akan semakin membengkak. Kelima, kondisi fisik busi hitam dan berkerak. Jika ujung elektroda busi terlihat hitam pekat dan dipenuhi kerak, ini pertanda pembakaran tidak sempurna. Penyebabnya bisa karena setelan mesin yang tidak pas atau kualitas bahan bakar yang buruk.
Menurut laman resmi NGK Spark Plugs Indonesia, busi yang sudah menghitam sebaiknya diganti, karena pembersihan manual tidak akan mengembalikan performa seperti semula. Mengganti busi secara berkala sesuai rekomendasi pabrikan adalah langkah penting untuk menjaga performa mesin. Umumnya, busi direkomendasikan untuk diganti setiap 20.000 - 30.000 km, tergantung tipe busi dan intensitas pemakaian.
Penggunaan busi iridium, misalnya, memiliki umur pakai lebih panjang dibanding busi standar. Pemeriksaan rutin oleh mekanik juga sangat dianjurkan. Dengan begitu, kondisi busi bisa dideteksi lebih dini sebelum gejala kerusakan muncul. Pengendara juga diimbau menggunakan bahan bakar dengan oktan sesuai rekomendasi pabrikan, agar pembakaran lebih sempurna dan busi lebih awet.