Mengenal Ragam Jenis Shockbreaker Motor dan Fungsinya

  • 02 Mei 2025 15:29 WIB
  •  Entikong

KBRN, Entikong: Shockbreaker atau suspensi motor adalah salah satu komponen penting yang sering kali dianggap sepele. Padahal, shockbreaker punya peran besar dalam menjaga kenyamanan dan kestabilan saat berkendara, apalagi di jalanan Indonesia yang kadang penuh tantangan. Nah, biar kamu makin paham, yuk kita bahas jenis-jenis shockbreaker motor dan fungsinya masing-masing.

1. Shockbreaker Teleskopik (Telescopic Fork)

Jenis ini paling umum dan biasanya digunakan pada bagian depan motor bebek, matic, hingga sport.

Ciri-ciri: Terdiri dari tabung luar dan dalam yang bisa naik-turun dan umumnya diisi oli dan pegas

Fungsinya: Menyerap guncangan dari roda depan, serta menjaga kestabilan saat menikung dan mengerem

Kelebihan: Mudah perawatannya dan relatif murah

Kekurangan: Kurang maksimal untuk penggunaan ekstrem

2. Shockbreaker Tabung (Gas Charged Shockbreaker)

Sering ditemukan di motor sport, trail, atau motor yang sudah dimodifikasi. Ciri khasnya ada tabung tambahan di bagian samping atau atas shock.

Fungsinya: Memberikan respons suspensi lebih cepat, dan mengurangi efek "bottoming out" saat menghantam lubang besar

Kelebihan: Lebih stabil dan cocok buat kecepatan tinggi

Kekurangan: Harga lebih mahal dan perawatannya lebih kompleks

3. Shockbreaker Monoshock

Biasanya digunakan di motor sport atau trail. Sesuai namanya, hanya menggunakan satu shock di tengah (belakang), bukan dua.

Fungsinya: Memberi distribusi beban yang lebih baik serta cocok untuk kecepatan tinggi dan medan berat.

Kelebihan: Handling lebih mantap dan motor terasa lebih rigid

Kekurangan: Lebih rumit jika ingin dimodifikasi

4. Shockbreaker Ganda (Twin Shock)

Biasanya ada di motor klasik, bebek lama, atau motor angkut. Terdiri dari dua shock di kiri dan kanan roda belakang.

Fungsinya: Menopang beban berat dengan lebih stabil dan lebih tangguh untuk motor yang sering dipakai bawa barang.

Kelebihan: Lebih tahan banting, gampang dicari suku cadangnya

Kekurangan: Kurang ideal untuk kecepatan tinggi

Pemilihan shockbreaker tidak boleh asal-asalan. Selain disesuaikan sama jenis motornya, kamu juga perlu mempertimbangkan kebutuhan dan gaya berkendara.

Rekomendasi Berita