Di Balik Prestasi Sela Ada Tantangan Fisik dan Mental

  • 13 Feb 2026 14:26 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong – Bagi sejumlah atlet di Kabupaten Sanggau, perjalanan menuju prestasi tidak selalu mulus. Seperti Yuni Sela Elawati, atlet sumpit berprestasi asal Kabupaten Sanggau, setiap medali yang diraih adalah hasil dari proses panjang yang penuh tantangan, baik secara fisik maupun mental.

Yuni mengungkapkan, tantangan terbesar datang dari dua sisi utama, dari segi fisik, ia harus menjaga keseimbangan tubuh saat membidik, memperkuat otot lengan dan bahu, serta mengatur pernapasan agar tetap stabil. Dalam olahraga sumpit, detail kecil sangat menentukan hasil akhir.

“Ketekunan modal awalnya, selain itu kalau fisik dan mental tidak kuat, sulit mencapai hasil maksimal,” ujar Yuni dalam Dialog Entikong Menyapa RRI Entikong, Jumat 13 Februari 2026.

Ia menyebut, latihan penguatan otot menjadi rutinitas wajib, lengan dan bahu bekerja terus-menerus saat latihan maupun pertandingan, sehingga membutuhkan daya tahan yang prima. Selain itu, kontrol pernapasan juga menjadi kunci akurasi. Napas yang tidak teratur dapat memengaruhi dorongan dan ketepatan bidikan.

Namun, kata Yuni, tantangan tidak hanya datang dari aspek fisik, secara mental, Sela mengakui pernah merasa down ketika mendapat gurauan dari rekan latihan. Ia juga harus belajar menerima teguran pelatih yang terkadang terasa berat.

Menurutnya, fokus pada sasaran juga menjadi ujian tersendiri saat bertanding, suasana arena tidak selalu kondusif. Sorakan penonton atau gerakan di sekitar lapangan bisa mengganggu konsentrasi. Karena itu, ia melatih diri untuk tetap tenang dan tidak mudah terdistraksi.

Untuk menjaga performa, Sela menjalani latihan rutin yang mencakup penguatan otot lengan dan bahu, latihan pernapasan, serta teknik menjaga keseimbangan tubuh. Semua dilakukan secara konsisten agar stamina dan konsentrasi tetap terjaga.

Ia memilih menjadikan setiap teguran dan candaan sebagai bahan bakar motivasi. Teguran pelatih saya jadikan dorongan untuk tampil lebih baik.

“Saat diguraukan, saya belajar tidak larut dalam perasaan, tetapi menjadikannya motivasi untuk membuktikan kemampuan,” ujarnya.

Bagi Yuni, menjadi atlet bukan hanya soal teknik, tetapi juga ketahanan menghadapi tekanan. Mental yang kuat, disiplin latihan, dan semangat pantang menyerah adalah fondasi utama menuju prestasi.

Ia berharap kisah perjuangannya dapat menginspirasi generasi muda untuk tidak mudah menyerah dalam mengejar impian. Menurutnya prestasi tidak diraih secara instan.

“Semua butuh proses panjang, kerja keras, dan keberanian menghadapi tantangan,” kata Yuni.

Rekomendasi Berita