I.League Goes to School Edukasi Industri Sepak Bola di SMA Negeri 2 Kuta Utara

  • 11 Mar 2026 14:25 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Badung - Program I.League Goes to School digelar di SMA Negeri 2 Kuta Utara untuk mengenalkan industri sepak bola kepada para pelajar Rabu, 11 Maret 2026. Kegiatan ini memberikan pemahaman bahwa sepak bola tidak hanya tentang menjadi pemain, tetapi juga membuka berbagai peluang profesi di industri olahraga.

Program yang digagas I.League tersebut merupakan bagian dari sosialisasi melalui kegiatan BRI Goes to Campus dan BRI Goes to School yang dilaksanakan di sejumlah kota basis klub Liga 1 Indonesia. Di Bali, kegiatan ini juga digelar di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja untuk mahasiswa serta di SMA Negeri 2 Kuta Utara bagi para siswa yang memiliki minat pada dunia olahraga, khususnya sepak bola.

Manager Corporate Social Value (CSV) I.League, Hanif Marjuni mengatakan kegiatan ini bertujuan memperkenalkan sepak bola sebagai bagian dari industri olahraga yang memiliki dampak ekonomi besar. Ia menyebutkan, berdasarkan riset bersama Bank Rakyat Indonesia melalui BRI Research Institute, perputaran ekonomi industri sepak bola di Indonesia mencapai sekitar Rp10,4 triliun per tahun.

“Kalau ingin sejahtera dari sepak bola, sekarang tidak harus menjadi atlet. Ada banyak profesi yang bisa digeluti, seperti media officer, marketing officer, media manager hingga bidang legal,” ujar Hanif kepada RRI.CO.ID.

Melalui program ini, mahasiswa dan pelajar diajak memahami bahwa industri sepak bola tidak hanya berfokus pada pertandingan di lapangan, tetapi juga melibatkan berbagai sektor pendukung seperti media, manajemen hingga pemasaran olahraga. Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Kuta Utara, I Ketut Supardanayasa menyambut baik kegiatan tersebut.

Menurutnya, program ini memberikan wawasan kepada siswa bahwa olahraga juga dapat menjadi industri yang menjanjikan bagi masa depan. “Kehadiran I.League dan BRI Liga 1 memberikan edukasi kepada siswa bahwa pekerjaan tidak hanya di kantor, tetapi olahraga juga bisa menjadi sebuah industri dengan berbagai peluang profesi,” kata Supardanayasa.

Ia menambahkan, dalam empat tahun terakhir sekolahnya memang fokus pada pembinaan olahraga, khususnya sepak bola. Bahkan beberapa siswa berhasil menembus level nasional dan bermain di kompetisi usia muda.

“Buktinya tiga pemain tim nasional U-17 merupakan siswa kami, termasuk sang kapten. Selain itu ada juga siswa yang sudah bermain di Elite Pro Academy,” ujarnya.

Ke depan, pihak sekolah berharap Bali dapat memiliki sekolah khusus olahraga agar para atlet muda tetap dapat mengembangkan prestasi tanpa meninggalkan pendidikan.

Rekomendasi Berita