Hannah Schmitz dan Laura Mueller di GP Australia
- 23 Feb 2026 19:42 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Keberhasilan Hannah Schmitz dan Laura Mueller diabadikan di Tikungan 6 Sirkuit Melbourne menjadi simbol baru bagi peran perempuan di dunia teknologi dan mesin (STEM). Kedua insinyur ini dinilai telah mendefinisikan ulang apa yang mungkin dicapai dalam industri Formula 1.
Hannah Schmitz, yang telah lama berkarier di Red Bull, dikenal sebagai otak di balik kemenangan tim pada musim 2022 dan 2023. Strategi balap yang ia susun seringkali menjadi kunci krusial dalam meraih podium.
"Bagi saya, merupakan kehormatan mutlak untuk mewakili tim di podium. Saya selalu penasaran tentang bagaimana sesuatu bekerja dan saya mencintai mobil," kata Schmitz seperti dilansir dari laman resmi Formula 1.
Di sisi lain, Laura Mueller mencetak sejarah sebagai Race Engineer perempuan pertama penuh waktu saat bergabung dengan Haas pada awal musim 2025. Pembalap Esteban Ocon memuji Mueller sebagai rekan kerja yang impresif.
Kepala Insinyur Engineers Australia, Katherine Richards, menyatakan bahwa inisiatif “In Her Corner” bertujuan menonjolkan bakat dan kepemimpinan perempuan. Hal ini diharapkan dapat mengubah wajah industri teknik, teknologi, dan bisnis di masa depan.
Mueller menekankan pentingnya representasi dengan prinsip “if you can see it, you can be it” (jika Anda bisa melihatnya, Anda bisa menjadi seperti itu). Penamaan tikungan ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni, tetapi penggerak bagi perempuan untuk berani masuk ke dunia balap jet darat.