Aturan Baru VAR hingga Delay Permainan, Uji Coba di Piala Dunia 2026

  • 03 Mar 2026 13:20 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Badan pengatur mandiri internasional yang menetapkan dan menjaga peraturan resmi permainan sepak bola, atau The International Football Association Board (The IFAB), telah menyetujui sejumlah perubahan aturan baru untuk meningkatkan kelancaran pertandingan dan memberantas aksi mengulur waktu.

Perubahan aturan tersebut, disepakati dalam Rapat Umum Tahunan ke-140 IFAB yang baru saja berlangsung di Hensol, Wales, pada 28 Februari 2026. Berdasarkan keterangan di situs resmi IFAB, peraturan baru tersebut akan diberlakukan mulai 1 Juli 2026 dan akan diterapkan di Piala Dunia 2026.

Adapun beberapa poin utama perubahan aturan atau peraturan baru tersebut, diantara lain, saat penjaga gawang terlalu lama melakukan tendangan gawang atau goal-kick wasit akan menghitung mundur 5 detik, jika lewat dari 5 detik, maka tim lawan akan mendapatkan tendangan sudut atau corner-kick.

Begitu juga dengan lemparan ke dalam, jika pemain melakukan delay, wasit akan menghitung mundur 5 detik, jika lebih dari 5 detik, maka tim lawan akan medapat kesempatan throw-in. Sedangkan untuk pergantian pemain, harus dilakukan 10 detik sejak papan di angkat.

Jika melebihi waktu yang ditentukan, pemain harus tetap keluar namun pemain yang akan masuk, tidak bisa masuk ke lapangan sampai laga berhenti kembali. Aturan terkait pemain yang mengalami cidera juga diperketat. Pemain yang mendapatkan perawatan harus meninggalkan lapangan selama satu menit, lebih lama dibanding praktik sebelumnya di beberapa kompetisi seperti Premier League yang menerapkan 30 detik.

Cakupan intervensi Video Assistant Referee (VAR) kini diperluas, VAR nantinya dapat mengintervensi jika terjadi kesalahan pemberian kartu kuning kedua yang berujung kartu merah. VAR juga akan dapat meninjau pemberian tendangan sudut, jika VAR bisa melakukan review secara cepat tanpa mengganggu pertandingan.

Terakhir, VAR juga nantinya dapat melakukan koreksi terhadap pemain yang menerima hukuman kartu namun dianggap tidak bersalah atau keputusan sebelumnya dianggap salah. Dengan serangkaian perubahan ini, IFAB menargetkan pertandingan yang lebih cepat, minim kontroversi, serta meningkatkan akurasi keputusan wasit tanpa mengorbankan dinamika permainan.

Rekomendasi Berita