FA Pertimbangkan Sistem Challenge di Liga
- 03 Mar 2026 12:50 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Di era sepak bola modern, penggunaan teknologi sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari permainan. Salah satu yang paling menonjol tentu saja VAR atau Video Assistant Referee, yang kerap menjadi penentu sah atau tidaknya sebuah keputusan di lapangan hijau.
Namun di balik fungsinya, VAR juga tak luput dari kritik dan banyak yang menilai kehadirannya justru merusak ritme pertandingan dan mengikis drama alami yang selama ini menjadi ruh sepak bola. Tak heran jika teknologi ini terus memantik pro dan kontra.
Saat ini, Football Association tengah memikirkan terobosan baru. Federasi sepak bola Inggris itu mempertimbangkan uji coba sistem challenge bagi pelatih untuk memprotes keputusan wasit di lapangan.
Melansir dari The Times, setiap pelatih nantinya memiliki maksimal dua kesempatan challenge dalam satu pertandingan. Jika challenge mereka gagal, jatah akan berkurang. Sebaliknya, jika terbukti benar, kesempatan itu tetap utuh.
Rencana ini dirancang untuk membatasi peran VAR hanya pada keputusan faktual, seperti offside. Sementara keputusan yang bersifat subjektif, misalnya handball atau kartu merah, baru akan ditinjau ulang jika ada challenge dari pelatih.
Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi intervensi VAR yang selama ini dianggap terlalu sering. Dengan begitu, alur pertandingan bisa kembali mengalir tanpa terlalu banyak jeda panjang yang mengganggu tensi laga.
Lewat sistem ini, tanggung jawab untuk memicu peninjauan insiden subjektif berpindah ke tangan pelatih. Bukan lagi sepenuhnya menjadi inisiatif wasit VAR, melainkan strategi dan keberanian pelatih dalam membaca momentum pertandingan.