Dugaan Rasisme Warnai Laga Benfica vs Real Madrid
- 18 Feb 2026 20:31 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Dugaan pelecehan rasial membayangi laga Liga Champions antara Real Madrid dan Benfica pada leg pertama play-off yang berlangsung panas, Rabu dini hari WIB, 18 Februari 2026. Pertandingan tersebut sempat terhenti setelah terjadi insiden yang melibatkan dua pemain dari masing-masing tim.
Sorotan tertuju pada Vinicius Jr dan Gianluca Prestianni usai gol babak kedua yang membawa keunggulan bagi tim tamu. Seusai mencetak gol, Vinicius terlibat adu argumen dengan gelandang muda asal Argentina tersebut.
Situasi memanas ketika Vinicius menunjukkan reaksi keras dan melaporkan dugaan ucapan bernada rasial kepada perangkat pertandingan. Insiden itu membuat atmosfer stadion semakin tegang di tengah tekanan laga fase gugur kompetisi elite Eropa.
Wasit asal Prancis, Francois Letexier, kemudian menghentikan pertandingan selama 11 menit dengan mengaktifkan protokol anti-rasisme yang berlaku di bawah regulasi FIFA. Setelah jeda tersebut, laga kembali dilanjutkan dengan skor tetap menguntungkan Real Madrid.
Sepanjang sisa pertandingan di Estadio Da Luz, Vinicius terus mendapat sorakan dari suporter tuan rumah. Meski demikian, Real Madrid mampu mempertahankan keunggulan 1-0 hingga peluit panjang berbunyi.
Kasus ini kini memasuki tahap peninjauan oleh UEFA sebagai otoritas sepak bola Eropa. Laporan resmi pertandingan sedang dianalisis untuk menentukan ada tidaknya pelanggaran disipliner.
Prestianni membantah tudingan yang diarahkan kepadanya dan menyatakan tidak melakukan tindakan rasis. Ia juga menyebut terjadi kesalahpahaman dalam situasi yang berlangsung emosional di lapangan.
Di sisi lain, Vinicius kembali menegaskan sikapnya terhadap segala bentuk diskriminasi di sepak bola. Ia menilai upaya pemberantasan rasisme harus ditegakkan secara konsisten agar insiden serupa tidak terulang.
Pertemuan kedua tim dijadwalkan berlangsung pada leg kedua, Kamis dini hari WIB, 26 Februari 2026, di Stadion Santiago Bernabeu pekan depan. Laga tersebut diprediksi tetap berjalan sengit mengingat tensi tinggi yang sudah terasa sejak pertemuan pertama.