Lima Bulan, Fajar/Fikri Peringkat Enam Dunia
- 23 Des 2025 09:20 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu: Tahun 2025 ditutup manis oleh pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Mohammad Shohibul Fikri. Meski baru dipasangkan sekitar lima bulan, duet ini langsung mencuri perhatian dengan menembus peringkat 6 dunia.
Peringkat ini berdasarkan pada rilis ranking BWF pekan ke-52. Capaian tersebut terasa spesial karena diraih dalam waktu singkat dan di tengah persaingan ganda putra dunia yang sangat ketat.
Lonjakan peringkat Fajar/Fikri terjadi meskipun langkah mereka terhenti di fase grup BWF World Tour Finals 2025 di China tanpa meraih kemenangan. Namun, akumulasi poin dari berbagai turnamen sepanjang musim membuat posisi mereka tetap melesat, dari sebelumnya berada di peringkat delapan dunia, Fajar/Fikri naik dua tingkat dan finis di enam besar dunia pada akhir tahun.
Bagi Shohibul Fikri, pencapaian ini menjadi ranking tertinggi sepanjang kariernya. Sementara bagi Fajar Alfian, hasil tersebut menegaskan konsistensinya di level elite, setelah sebelumnya pernah merasakan berada di puncak ranking dunia bersama pasangan berbeda.
Di papan atas, persaingan masih dipimpin ganda Korea Selatan, disusul pasangan Malaysia dan India, membuat posisi enam besar semakin prestisius. Duet Fajar/Fikri mulai dipasangkan pada pertengahan Juli 2025.
Sejak itu, performa mereka langsung menunjukkan tren positif dan kini berstatus sebagai ganda putra nomor satu Indonesia. Sepanjang musim, pasangan ini berhasil meraih satu gelar China Open Super 1000 dan beberapa kali finis sebagai runner-up, meski secara jumlah gelar belum dominan, konsistensi poin menjadi kekuatan utama mereka.
Akhir tahun 2025 juga menghadirkan kabar baik lain bagi bulu tangkis Indonesia, khususnya dari sektor tunggal putri yaitu Putri Kusuma Wardani yang dipastikan naik ke peringkat 6 dunia, menjadi posisi terbaik dalam kariernya sejauh ini. Dua wakil Indonesia di enam besar dunia menjadi sinyal positif bagi regenerasi dan daya saing nasional.
Masuk musim 2026, peringkat enam dunia jadi modal berharga. Dengan waktu kebersamaan yang masih singkat, Fajar/Fikri punya ruang besar untuk berkembang, tinggal menjaga konsistensi, sisanya biar prestasi yang bicara.