Backstedt Soroti Pentingnya Helm usai Cedera
- 27 Feb 2026 21:35 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Pembalap sepeda asal Wales, Zoe Backstedt, menekankan pentingnya penggunaan helm setelah mengalami kecelakaan serius saat latihan yang nyaris mengakhiri musimnya. Mengutip laman BBC, insiden tersebut membuatnya mengalami patah tangan dan pergelangan tangan pada Oktober lalu.
Kecelakaan itu terjadi hanya dua pekan sebelum ia dijadwalkan memulai musim cyclo-cross 2025-2026. Backstedt mengaku sempat terpukul karena merasa seluruh persiapannya selama berbulan-bulan terancam sia-sia dalam hitungan detik.
“Siapa yang tahu apa yang akan terjadi jika saya tidak memakainya, mungkin saya tidak akan ada di sini hari ini, karena helm itu hancur berkeping-keping,” ujar Backstedt, menggambarkan betapa krusialnya peran helm dalam insiden tersebut.
Ia mengingat momen kecelakaan itu berlangsung sangat cepat hingga nyaris tidak disadari. “Saat saya jatuh, saya bahkan tidak menyadari apa yang terjadi, karena seperti menjentikkan jari, semuanya sudah berakhir,” katanya.
Setelah terjatuh, ia langsung merasakan dampak serius dari benturan yang dialaminya. “Saya berdiri kembali dan langsung merasakan guncangan hebat, ‘ini tidak baik’,” tambahnya.
Backstedt juga menceritakan bahwa tangannya terjepit di roda depan sementara kepalanya membentur tanah. Kondisi tersebut membuatnya sempat khawatir tidak bisa kembali bersepeda hingga musim balap besar berikutnya.
“Saya pergi ke spesialis di Belgia dan dia mengatakan bahwa saya baru bisa balapan di tahun baru,” ungkapnya. Ia bahkan mengaku sempat menangis karena harus menerima kemungkinan kehilangan musim cyclo-cross yang telah dipersiapkannya.
Namun, proses pemulihan berjalan lebih cepat dari perkiraan. Setelah dinyatakan pulih dari gegar otak, Backstedt mulai kembali berlatih dan menargetkan beberapa balapan sebagai bentuk comeback.
“Setelah saya bisa mulai berlatih lagi sedikit dan dinyatakan sembuh dari gegar otak, saya mulai merencanakan kapan saya bisa kembali,” jelasnya.
Ia akhirnya kembali bertanding pada akhir Desember dan tampil di Kejuaraan Dunia Cyclo-Cross 2026 di Hulst, Belanda, hanya tiga bulan setelah kecelakaan. Dalam ajang tersebut, ia berhasil finis di posisi ketujuh pada kategori elit putri.
Pengalaman tersebut membuatnya semakin yakin akan pentingnya keselamatan saat bersepeda. “Ke mana pun saya pergi, saya selalu berusaha mengenakan helm, bahkan jika hanya dua kilometer jauhnya, itu bisa menyelamatkan Anda jika terjadi kecelakaan yang tidak diinginkan,” tegasnya.
Meski musimnya sempat terhenti, hasil yang diraih di Kejuaraan Dunia menjadi sinyal positif bagi perjalanan kariernya ke depan, terutama setelah berhasil bangkit dari cedera serius dalam waktu singkat.