Mental Kuat Menjadi Kunci Juara Bela Diri Yongmoodo

  • 14 Feb 2026 18:12 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Mental yang kuat menjadi faktor penentu keberhasilan Bintang Gapai Surga meraih juara pertama kelas 51 Kadet Putra Kejuaraan Nasional Yongmoodo IX 2025. Ia menilai kekuatan fisik saja tidak cukup tanpa kesiapan mental yang matang. Bintang menyampaikan bahwa keseimbangan antara fisik dan mental harus dijaga oleh setiap atlet. Menurutnya, mental yang rapuh dapat memengaruhi performa di arena pertandingan. “Fisik dan mental itu harus seimbang, lima puluh banding lima puluh,” katanya dalam Talkshow Sore Ceria Pro 2 RRI Banten, Sabtu, 14 Februari 2026.

Ia mengakui rasa gugup tetap muncul saat pertama kali tampil di tingkat nasional. Namun, ia berusaha mengendalikan rasa tersebut dengan fokus pada teknik dan strategi yang telah dilatih. Pengaturan napas dan ketenangan menjadi kunci untuk menjaga konsentrasi selama pertandingan. Bintang juga menuturkan pentingnya kepercayaan diri. Rasa percaya diri tersebut dibangun dari latihan rutin dan evaluasi berkelanjutan bersama pelatih. Ia menghindari terpancing emosi saat menerima serangan lawan. “Kalau emosi naik, konsentrasi bisa hilang,” ujarnya.

Doa menjadi bagian penting dalam membangun mental juara. Setiap akan bertanding, ia selalu meminta restu orang tua dan berdoa bersama tim. Dukungan spiritual tersebut memberikan ketenangan dan keyakinan saat memasuki arena.Ia mengaku terkejut ketika pertandingan dihentikan lebih cepat karena unggul poin. Kemenangan tersebut menjadi pengalaman berharga dalam debut nasionalnya. “Awalnya tidak menyangka bisa sejauh itu,” ucapnya.

Bintang menilai mental juara tidak dibentuk dalam waktu singkat, melainkan melalui proses panjang yang penuh tantangan. Ia menyebut kegagalan sebagai bagian dari pembelajaran. “Takut kalah itu wajar, tapi jangan sampai menghentikan langkah,” katanya.

Bintang berharap atlet muda tidak hanya melatih kekuatan fisik, tetapi juga membangun mental juara sejak dini. Ia menilai kesiapan mental akan menentukan kemampuan atlet menghadapi tekanan di level kompetisi yang lebih tinggi.

Rekomendasi Berita