Tanggapan Putros Soal Konflik di Timur Tengah, Berharap Timnas Irak Tak Terganggu
- 13 Mar 2026 17:12 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Bek asing Persib Bandung, Frans Putros, menanggapi situasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Menurutnya, situasi geopolitik tersebut turut memengaruhi kepastian jadwal serta peluang tim nasional negaranya yakni Irak dalam perjalanan menuju Piala Dunia 2026.
Pasalnya, Timnas Irak saat ini berjuang di kualifikasi Piala Dunia 2026, dengan situasi terkini menunjukkan tim asuhan Graham Arnold tersebut berupaya menunda laga play-off antarbenua melawan pemenang Bolivia/Suriname (seharusnya 31 Maret 2026) akibat penutupan wilayah udara.
Putros mengungkapkan, kondisi terkini di kawasan Timur Tengah membuat banyak federasi sepak bola menghadapi ketidakpastian, termasuk Irak. Ia menyebut perkembangan terbaru masih menunggu keputusan dari FIFA, terkait kemungkinan perubahan format atau peserta babak play-off kualifikasi.
“Ya, seperti yang Anda ketahui, sekarang ada perang di Timur Tengah dan banyak negara terdampak oleh perang tersebut. Saya pikir saat ini berita terbaru yang saya ketahui masih belum pasti apa yang akan terjadi dengan play-off, apa yang akan terjadi dengan Iran dan sebagainya," kata Putros, Jumat, 13 Maret 2026.
"Kami tidak tahu banyak. Satu-satunya hal yang kami tahu adalah federasi sedang berbicara dengan FIFA dan kami menunggu apa yang akan terjadi,” sambung Putros.
Pemain yang juga menjadi pilar timnas Irak tersebut mengatakan, komunikasi internal tim tetap berjalan meskipun situasi masih penuh ketidakpastian. Ia menyebut staf pelatih dan para pemain terus saling bertukar informasi sambil menunggu perkembangan resmi dari federasi maupun FIFA.
“Ya, saya berbicara dengan staf tim. Kami juga memiliki grup dengan para pemain dan semuanya. Saat ini tidak banyak berita. Saya pikir kami masih akan memainkan pertandingan play-off di Meksiko. Itu situasinya sekarang, tetapi bisa saja berubah dan setiap hari situasinya berubah, jadi kami tidak tahu pasti,” ujarnya.
Situasi geopolitik yang melibatkan Iran juga memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan perubahan peserta di ajang Piala Dunia 2026. Beberapa pihak menilai Irak berpeluang mendapat keuntungan apabila Iran tidak dapat berpartisipasi karena situasi konflik.
Namun Putros menegaskan, hingga saat ini semua masih sebatas spekulasi. Ia menilai keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan FIFA sebagai otoritas tertinggi sepak bola dunia.
"Saya tidak tahu. Ada yang mengatakan iya, ada juga yang mengatakan tidak. Kami tidak tahu. Pada akhirnya FIFA yang akan membuat keputusan tersebut,” jelasnya.