Pakar: BBM Campuran Etanol Masih untuk Kendaraan Modern

  • 30 Okt 2025 19:02 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Ir. Ronny Purwadi, M.T., Ph.D mengatakan kendaraan modern saat ini umumnya sudah dirancang untuk kompatibel dengan bahan bakar campuran. Termasuk juga seperti E10, bahkan campuran kadar etanol lebih tinggi.

Dengan penjelasan ini, ia berharap masyarakat tidak langsung menganggap etanol berbahaya bagi mesin. Melainkan memahami konteks teknisnya secara menyeluruh. Pemerintah Indonesia sendiri tengah menyiapkan peta jalan penggunaan BBM E10 sebagai bagian dari transisi energi ramah lingkungan di Indonesia.

Lebih lanjut, beberapa pakar juga mengungkap bahwa kendaraan modern sudah dirancang untuk kompatibel dengan berbagai jenis bahan bakar. Yaitu salah satunya etanol.

"Mobil produksi tahun 2000 ke atas, E10, E20, tidak masalah (kompatibel), karena sudah dirancang untuk itu. sedangkan di bawah tahun itu masih macam-macam, tergantung merek." kata Peneliti ITB sekaligus Anggota Komite Teknis untuk Bahan Bakar dan Bioenergi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Prof. Dr. Eng. Ir. Iman K. Reksowardojo M. Eng., Kamis (30/10/2025).

Senada, Pakar Otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu juga mengatakan implementasi terkait campuran etanol 10 persen (E10) ke dalam bahan bakar minyak (BBM), masih aman digunakan untuk kendaraan modern.

"Campuran etanol pada BBM 10 persen (E10) umumnya aman pada mesin mobil dan motor injeksi keluaran 2010 ke atas, karena material selang, seal, pompa, injektor, serta kalibrasi ECU sudah kompatibel, sehingga manfaatnya justru meningkatnya angka oktan, lebih tahan knocking, menurunkan emisi CO2,” kata Yannes.


Rekomendasi Berita