VAR dan Dua Kartu Merah Warnai Kekalahan Arema di Lampung

  • 11 Mar 2026 10:50 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung – Laga panas antara Bhayangkara Presisi Lampung FC melawan Arema FC di Stadion Sumpah Pemuda, Selasa malam, 10 Maret 2026 diwarnai drama keputusan VAR, dua kartu merah, serta tujuh kartu kuning.

Pertandingan pekan ke-25 Liga 1 Indonesia tersebut dipimpin wasit asal Jepang Yudai Yamamoto.

Arema sebenarnya tampil cukup baik di awal pertandingan. Joel Vinicius membawa tim berjuluk Singo Edan unggul 1-0 lewat sepakan jarak dekat memanfaatkan bola liar di depan gawang Bhayangkara.

Namun situasi berubah drastis di akhir babak pertama. Pablo Oliveira mendapat kartu kuning kedua setelah menginjak pergelangan kaki Frengky Missa sehingga Arema harus bermain dengan 10 orang.

Drama kembali terjadi di babak kedua. Dalam duel antara Dalberto dan Slavko Damjanovic, wasit awalnya hanya mengeluarkan kartu kuning. Namun setelah melakukan pengecekan VAR, Dalberto dinilai melakukan pemukulan sehingga diganjar kartu merah.

Arema pun harus bermain dengan sembilan pemain sejak menit ke-71.

Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster mengatakan, keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Bhayangkara untuk meningkatkan tekanan.

"Privat Mbarga akhirnya menyamakan kedudukan lewat tandukan pada menit ke-76," ujarnya.

Petaka bagi Arema kembali datang saat Betinho melakukan pelanggaran di kotak penalti terhadap Dendy Sulistiawan. Setelah pengecekan VAR, Bhayangkara mendapat hadiah penalti.

Moussa Sidibe sukses mengeksekusi penalti tersebut dan membawa Bhayangkara menang 2-1.

Pertandingan ini tercatat menghasilkan total dua kartu merah dan tujuh kartu kuning, menjadikannya salah satu laga paling panas di pekan ke-25 musim ini.

Rekomendasi Berita