Jaya Hartono Soroti Wasit Usai Kekalahan Kontroversial Persiraja

  • 23 Feb 2026 00:53 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, BANDA ACEH — Persiraja Banda Aceh harus menerima kekalahan tipis 0-1 dari FC Bekasi City dalam lanjutan Pegadaian Championship 2025–26 yang berlangsung di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Minggu (22/2/2026). Laga yang berjalan sengit tersebut diwarnai kontroversi keputusan wasit yang menjadi sorotan utama tim tamu.

Gol tunggal kemenangan Bekasi City dicetak oleh Ramadhan pada menit ke-62 setelah memanfaatkan umpan sundulan rekannya di dalam kotak penalti. Gol tersebut menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat sejak awal.

Sejak babak pertama, kedua tim tampil terbuka dengan pola permainan menyerang. Persiraja beberapa kali menciptakan peluang melalui transisi cepat, sementara Bekasi City mencoba menekan melalui permainan sayap dan bola-bola langsung ke area pertahanan lawan.

Pelatih Persiraja, Jaya Hartono, menilai pertandingan sebenarnya berlangsung menarik dan layak dinikmati karena kedua tim sama-sama bermain agresif dan saling menekan.

“Sebenarnya pertandingan tadi enak ditonton. Dari babak pertama sampai babak kedua kita saling serang, peluang juga banyak,” ujar Jaya dalam konferensi pers.

Namun demikian, ia mengkritik keras kepemimpinan wasit yang dinilai merugikan timnya, khususnya dalam proses terjadinya gol tuan rumah yang menurutnya diawali pelanggaran.

“Gol terjadi itu sudah ada pelanggaran dulu. Tapi dia tidak melihat VAR, hanya mendengar. Harusnya cek dulu VAR karena itu cukup fatal buat kita,” tegasnya.

Jaya juga menyoroti dugaan handsball yang menurutnya terlihat jelas, sehingga para pemain Persiraja sempat berhenti karena mengira wasit akan meniup peluit.

“Kita tidak bergerak karena sudah ada pelanggaran dulu, handsball. Tapi tidak ada keputusan yang adil,” katanya.

Meski kecewa, Jaya tetap memberikan ucapan selamat kepada Bekasi City atas kemenangan yang diraih, walau ia menyebut hasil tersebut penuh kontroversi.

“Pertama selamat buat Bekasi. Mereka menang dengan kontroversial,” ucapnya.

Ia berharap evaluasi terhadap perangkat pertandingan dapat dilakukan agar kompetisi berjalan lebih profesional dan menjaga integritas liga.

Berdasarkan klasemen sementara Grup A Pegadaian Championship, kemenangan ini membuat FC Bekasi City bertahan di papan atas persaingan. Bekasi City berada di posisi keempat dengan torehan 33 poin.

Sementara itu, Persiraja Banda Aceh menempati posisi keenam dengan mengumpulkan 28 poin. Persaingan di papan tengah masih sangat ketat sehingga setiap poin menjadi krusial dalam perebutan posisi menuju fase berikutnya.

Rekomendasi Berita