Pebalap Prancis Juara Etape pertama Tour de Entete

  • 11 Sep 2025 08:45 WIB
  •  Atambua

KBRN, Kefamenanu: Para pembalap sepeda yang mengikuti Tour de NTT, akhirnya tiba di Kota Kefamenanu sebagai etape pertama pada pukul 15.30. Mereka disambut oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Timor Tengah Utara dan unsur Forkopimda secara meriah. Kompetisi balap sepeda internasional ini resmi dibuka pada Rabu (10/9/2025) dan diikuti oleh 80 pembalap dari 13 negara yang tergabung dalam 16 tim

Etape Pertama Tour de Entete dimenangi oleh Axel Habert dari tim Kronospeed Paris Perancis (KRP) dengan catatan waktu 4:16:57 detik. Axel Habert bersaing dengan 79 pembalap sepeda lainnya menempuh jarak sejauh 200 Km dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTS hingga finis di etape pertama di Kota Kefamenanu.

Wakil Bupati TTU, Kamilus Elu, S.H saat jumpa pers menyampaikan bahwa momentum Tour de Entete 2025 ini dipakai Pemda TTU untuk memperkenalkan budaya dan kekasan kita maupun kabupaten lain di NTT. Hal ini akan menjadi sejarah bahwa Tour de NTT pernah dilintasi pembalap dari Perancis, China, Rusia, Australia, Filipina, Malaysia pernah melihat keberagaman budaya dan tempat wisata serta kuliner TTU maupun NTT secara keseluruhan", kata Kamilus.

"Tour de Entete ini menghidupkan ekonomi masyarakat khususnya UMKM TTU dan daerah ini juga makin dikenal oleh masyarakat internasional. Tentunya para pembalap sepeda dari berbagai negara yang baru pertama mengunjungi NTT khususnya TTU yang berbatasan dengan Timor Leste akan menjadi kenangan indah", ujar Kamilus.

Mantan staf Ahok ini juga mengapresiasi para pembalap bersama timnya yang telah melintasi TTU dengan semangat sportifitas karena mengayuh sepeda bukan hanya soal kecepatan dan juara, melainkan untuk persatuan dan persahabatan. Pemda dan seluruh masyarakat TTU menyambut perhelatan Tour de NTT karena ini balapan profesional.

Sementara Axel Habert, pemenang etape pertama Tour de Entete menyampaikan bahwa ia sangat senang mendatangi Indonesia khususnya TTU karena bukan hanya racenya yang bagus tetapi masyarakat dari Kota Kupang hingga Kefamenanu memadati jalan untuk mendukung mereka sebagai pembalap.

"Secara pribadi ini etape pertama cukup berat karena medannya menanjak dan berkelok-kelok. Apalagi saya sempat terjatuh di turunan tetapi kemudian bangkit lagi dan berusaha mengejar pembalap di depan. Sebagai pebalap sepeda profesional saya akui ini etape melelahkan karena baru terbang dari Perancis dan langsung ikut balapan tetapi hasilnya memuaskan karena menjuarai etape pertama", ujar Axel.

Benar saya terjatuh di etape pertama dan terluka di kaki maupun lengan tetapi tidak menghentikan langkahku untuk etape berikutnya melainkan akan terus membalap karena jatuh saat balapan itu hal biasa. Sehingga besok dirinya akan terus membalap untuk mempertahankan jersi kuning yang diraihnya", ujar Axel (SK).

Rekomendasi Berita