Jangan Abaikan, Ini Waktu Tepat Mengganti Oli Mobil
- 10 Jun 2025 14:12 WIB
- Aceh Singkil
KBRN, Aceh Singkil : Perawatan rutin pada kendaraan adalah kunci menjaga performa dan umur mesin. Salah satu perawatan paling vital adalah penggantian oli mesin. Namun, masih banyak pemilik mobil yang bingung atau bahkan abai tentang kapan waktu yang tepat untuk melakukannya. Padahal, terlambat mengganti oli bisa berujung pada kerusakan fatal pada mesin.
Selama ini, banyak yang berpatokan pada jarak tempuh, seperti 5.000 km atau 10.000 km, sebagai indikator kapan oli harus diganti. Namun, menurut Haikal, seorang mekanik senior di bengkel resmi Toyota PT.Dunia Barusa Kota Subulussalam, patokan tersebut tidak mutlak.
"Angka kilometer memang jadi pedoman awal, tapi itu bukan satu-satunya. Kondisi pemakaian mobil sangat berpengaruh. Misalnya, mobil yang sering kena macet di perkotaan, atau yang sering dipakai angkut beban berat, itu olinya bisa lebih cepat kotor dan kualitasnya menurun meskipun kilometer belum jauh”, jelasnya kepada RRI, Selasa (10/6/2025).
Haikal menjelaskan ada beberapa faktor penting yang juga harus dipertimbangkan, diantaranya yaitu:
1. Waktu (Interval Berdasarkan Bulan): "Meskipun mobil jarang dipakai, oli tetap mengalami oksidasi dan penurunan kualitas seiring waktu. Kami selalu menyarankan, paling lambat 6 bulan sampai 1 tahun, oli harus diganti, terlepas dari berapa kilometer yang sudah ditempuh", tegasnya. Ini karena oli bisa mengental atau bahkan mengering jika terlalu lama tidak diganti.
2. Kondisi Lalu Lintas dan Medan: Mobil yang sering terjebak macet, atau yang sering melibas jalanan menanjak dan bergelombang, membuat mesin bekerja ekstra keras. Gesekan antar komponen meningkat, dan ini mempercepat degradasi oli.
3. Kualitas Oli yang Digunakan: "Jenis oli juga penting. Oli mineral biasanya punya daya tahan lebih pendek, sekitar 5.000 km. Sementara oli semi-sintetik bisa sampai 8.000 km, dan oli full sintetik bisa tembus 10.000 km atau lebih, tergantung rekomendasi pabrikan," papar Haikal. Ia menyarankan untuk selalu merujuk pada buku manual kendaraan.
4. Warna dan Tekstur Oli: Meskipun bukan metode ilmiah, memeriksa warna dan tekstur oli melalui dipstick bisa memberikan gambaran awal. "Kalau oli sudah sangat hitam pekat dan terasa encer sekali di jari, itu tanda kuat harus segera diganti. Oli yang bagus biasanya masih terlihat cokelat keemasan dan licin," tambahnya.
Mengabaikan jadwal ganti oli dapat berakibat fatal bagi mesin kendaraan. Oli yang sudah tidak layak akan kehilangan kemampuan melumasinya, menyebabkan gesekan berlebihan antar komponen.
"Risikonya besar sekali. Mesin bisa cepat panas, boros bahan bakar, tenaga berkurang, bahkan yang paling parah bisa menyebabkan kerusakan komponen mesin seperti piston, bearing, atau bahkan macet total. Biaya perbaikannya pasti sangat mahal, bisa belasan atau puluhan juta rupiah," ungkapnya dengan nada serius.